Definisi teknologi, perbedaan ayat kauniyyah dengan teknologi Al-Qur'an
A. Definisi Teknologi secara Terminologi dan Etimologi
Secara Etimologi, akar kata teknologi adalah "techne" yang berarti serangkaian metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan sebuah objek, atau kecakapan tertentu, atau pengetahuan tentang metode dan seni. Secara Terminologi, teknologi dapat didefinisikan sebagai entitas, benda maupun tak benda yang diciptakan secara terpadu melalui perbuatan dan pemikiran untuk mencapai suatu nilai. Dalam penggunaan ini, teknologi merujuk pada alat, dan mesin yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah di dunia nyata .
Berikut merupakan beberapa Definisi atau Pengertian teknologi secara umum.
1. Teknologi adalah cara dimana kualitas hidup manusia ditingkatkan dengan pengenalan produk baru.
2. Teknologi adalah cabang pengetahuan yang berhubungan dengan penciptaan dan penggunaan sarana teknis dan yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan, masyarakat, dan lingkungan.
3. Teknologi adalah penerapan ilmu pengetahuan (kombinasi teknik ilmiah dan material) untuk memenuhi tujuan atau memecahkan suatu masalah.
Adapun definisi teknologi menurut para ahli :
1. Pengetian Teknologi menurut Djoyohadikusumo (1994, 222) berkaitan erat dengan sains (science) dan perekayasaan (engineering).
2. Sardar (1987, 161) Pengertian teknologi adalah sarana yang pada akhirnya mencetak suatu peradaban, dia merupakan ungkapan fisik dari pandangan dunianya
3. Berikut adalah pengertian atau makna Teknologi, menurut Capra (2004, 106) seperti makna ‘sains’, telah mengalami perubahan sepanjang sejarah.
B. Definisi Teknologi Al Qur’an secara Terminologi dan Etimologi
Secara Etimologi akar kata teknologi adalah "techne" yang berarti serangkaian metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan sebuah objek, atau kecakapan tertentu, atau pengetahuan tentang metode dan seni. Sedangkan Al Qur’an ialah kitab suci bagi umat islam, selain itu Al-Qur’an juga adalah sumber hukum utama dalam ajaran agama Islam.
Jadi teknologi al-qur’an adalah tentang pandangan-pandangan al-qur’an terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi atau yang berhungan dengan fenomena yang terjadi di alam semesta, yang mana di dalamnya membukukan tentang teknologi sejak pembuatan bumi hingga msasa sekarang yang modern, juga mengandung ibroh yang dapat kita ambil seacara utuh keberadaannya di dalam al-qur’an.
C. Perbedaan Ayat-ayat Kauniyyah dengan Riset/Saintis
Pengembangan tafsir ayat kauniah atau ayat sains, di perlukan dalam aspek epistemologi tafsir. Karena itu, sebagai kajian awal dalam aspek di maksud peneliti menawarkan “sistematika metodologi tafsir ayat kauniah atau ayat sains”, ini dengan mengemukakan terrlaih dahuu definisinya secara kebahasaan, kemudian definisinya dalam kontek istilah, dan makna sains atau kauniah, baik secara bahasa atau istilah dalam kajian tafsir al-qur’an.
Sistematika dapat terambil dari bhasa inggri, dan makna “system” dalam kamus oxford, adlah sebuah perangkat ie yang terorganisir / teratur.kemudian istilah: “Tafsir” dalam bahsa indonesia di artikan dengan keterangan atau kejelasan tentang ayat-ayat al-qur’an. Sedangkan makna ‘Tafsir” secara etimologis adalah: penjelasan dan perincian dan ungkapan tafsir ini di gunakan untuk menyingkap makna yang logis atau menyingkap makna yang masih tersembunyi. Adapun definisi tafsir secara terminologis, menurut penulis adalah upaya mufasir untuk menjelaskan makna teks atau ayat al-qur’an yang mudah di fahami oleh pembaca atau audiens berdasarkan kemampuan dan kualitas pemahaman mufasir atas sisi internal ataupun sisi eksternal (ayat) yang di bacanya sehinggga relevan dengan realita yang sedang atau akan di hadapi dan tidak menyalahi akan maksud dan tujuan utama al-qur’an.
Kemudian kata sains berasal dai bahasa inggris “science” dengan makna ilmu pengetahuan, tetapi yang di maksud di sini adalah makna yang identik dengan istilah kauniah ( tentang alam semesta ). Sains atau ,ilmu tentang alam semesta ini menurut para ilmuan sebagaimana yang di nyatakan oleh Jujun Suria Sumantri, bahwa ilmu-lmu alam terbagi kepada dua kelompok, yakni ilmu fisika dan lmu hayat. Ilmu alam bertujuan mempelajari dzat yang membentuk alam semesta dan ilmu alam ini kemudian bercabang lagi menjadi fisika, kimia, astronomi dan ilmu bumi dan cabang-cabang lainnya. Sedangkan makna ayat-ayat kauniah adalah, ayat-ayat al-qur;an yang terkait dengan pembahasan ilmu-ilmu alam.
1. Fungsi tafsir ayat kauniah
Adapun tiga fungsi tafsir jenis ini yakni: pertama fungsi al-tabyin yaitu, menjelaskan teks al-qur’an dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang di miliki oleh sang mufasirnya. Sehingga terjadi keselarasan antara keduanya, antara ayat dengan ilmu pengetahuan dengan tetap memperhatikan aturan dalam sistematika metodologi ayat kauniah. Keduaa fungsi I’jaz yaitu, pembuktian atas kebenaran teks al-qur’an menurut ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang selanjutnya dapat memberikan stimulan atau dapata di tindak lanjuti oleh para ilmuan dalam meneliti dan observasi ilmu pengetahuan lewat penafsiran teks-teks al-qur’an yang telah di lakukannya. Ketiga fungsi Istikhroj al-ilm yaitu, teks atau ayat-ayat al-qur’an mampu melahirkan adanya inspirasi bagi di temukannya teori-teori ilmu pengetshusn stsu teknologi mutakhir. Sebuah fungsi yang masih jarang di wujudkan oleh ilmuan muslim khususnya, dan karena itulah pentingnya di wujudkan sebuah pengajaran sistematika meodologi tafsir ayat-ayat kauniah. Dapat juga di lakukan kejasama atau kolaborasi antara para pengkaji tafsir al-qur’an dengan para ilmuan.
2. Langkah-langkah tafsir ayat kauniyah
Berikut ini langkah-langkah tafsir ayat kauniyah secara teoritis:
1) Menentukan subtopik pembahasan
2) Memahami hakikat ilmu pengetahuan atau realitas atas subtopik
3) Melakukan kerja penelitian dilapangan atau dilaboratorium atas subtopik pembahasan.
4) Menentukan ayat-ayat yang relevan dengan subtopik pembahasan.
5) Memilah metode analisis teks atau ayat atau tema yang ditafsirkan.
6) Analisis teks atau ayat dengan konteks atau hakikat ilmu yang dibahas.
7) Sistensa atau pemahaman kontekstual ayat terkait dengan hakikat ilmu dan realitas sub pembahasan.
Definisi Penafsiran Saintis
Penafsiran saintis adalah sebuah metode penafsiran Al-Qur'an yang dijelaskan berdasarkan data-data sains. Padanannya, seperti metode penafsiran tekstual yang mendasarkan penafsiran Al-Qur'an atas hadis dan metode penafsiran rasional yang mendasarkan penafsiran tersebut atas prolog-prolog rasional.
Dalam metode penafsiran ini, terdapat beberapa poin (baca: kriteria) yang perlu kita perhatikan bersama :
a. Lebih menekankan pada penemuan-penemuan sains dan menjadikannya sebagai tolak ukur memahami ayat-ayat Al-Qur’an.
b. Penyerupaan.
c. Tidak menghiraukan kriteria-kriteria teologis dan kondisi yang ada pada saat ayat turun.
d. Mempersiapkan kemunculan-kemunculan aliran pemikiran eklektis dan penafsiran material terhadap ayat-ayat Al-Qur’an.
Hanya saja, dua kriteria terkahir ini hanya mendominasi mayoritas metode penafsiran saintis ini, bukan seluruhnya. Meskipun metode penafsiran ini adalah metode yang hanya dimiliki oleh abad keempat belas Hijriah, akan tetapi akar historis metode ini dapat ditemukan pada metode penafsiran abad-abad sebelumnya.
D. Analisis Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan riset ilmiah dantaranya :
1. Metode ilmiah lebih bisa dipertanggugjawabkan, dikarenakan adanya bukti-bukti yang kongkrit dan ada ukuran yang jelas
2. Jelas, dapat dibuktikan dan diamati langsung oleh alat indra pada manusia.
3. Dapat dijadikan satuan atau tolak ukur untuk penelitian-penelitian selanjutnya, bila tidak terdapat kesalahan.
4. Mengajarkan ada manusia untuk menatap realita dan segala seuatu yang ada
5. Operasional, dapat digunakan dan diamalkan dalam kehidupan keseharian
6. Logis, karena dapat dibuktikan oleh semua orang walaupun telah melewati tahap-tahap yang disebutkan diatas, namun metode ilmiah memiliki kelemahan, antara lain:
1. Metode ilmiah tidak mungkin bisa menjangkau objek yang bersifat in materi (ghaib), dikarenakan tidak ada wujudnya ukuran dan timbangan yang jelas
2. Terlalu menggantung pada objek yang ada
3. Metode ilmiah akan beruah bila objek yang diamati telah berubah
4. Kurang valid, karena tidak semua hasil dai metode atau peneitian disuatu daerah akan bisa diterapkan untuk daerah lain
5. Membutuhkan waktu yang lama, karena penelitia dilakukan secara berulang
6. Membutuhkan biaya yang sangat mahal, karena setiap penelitian memerlukan alat bantu berupa peralatan yang menggunakan teknologi canggih
7. Dapat terhapus atau tidak dipakai bila terbukti ditemukan kesalahan dan bila muncul teori lain yang dianggap lebih berguna
8. Cenderung kaku dan tidak terpengaruh oleh rasio.
KESIMPULAN
1. Ayat kauiyah adalah ayat atau tanda yang wujud disekeliling manusia yang diciptakan oleh Allah. Ayat-ayat ini adalah ayat-ayat dalam bentuk segala ciptaan Allah berupa alam semesta dan semua yang ada didalamnya
2. Manfaat ayat kauniyah:
a. Merasakan keagungan Allah dan kelemahan diri.
b. menjadi sumber inspirasi bagi manusia untuk mendapatkan maslahat duniawi dan ukhrowi.
JOHNN'S CASINO IN SEAH OLYMPUS CITY - Air Jordan
BalasHapusJOHNN'S CASINO IN SEAH OLYMPUS CITY JOHNN'S CASINO IN SEAH OLYMPUS CITY JOHNN'S CASINO air jordan 18 stockx online site IN SEAH OLYMPUS bestest air jordan 18 retro red suede CITY JOHNN'S CASINO replica air jordan 18 stockx IN SEAH OLYMPUS get jordan 18 white royal blue CITY | 토토 사이트 JOHNN'S